Bitcoin Habis Ditambang Semua, Lalu Tamat?

Bagaimana jika Bitcoin sudah habis ditambang seluruhnya? Apakah Bitcoin berhenti?

0
110
bitcoin habis ditambang

BitcoinMedia. Apa yang akan terjadi jika ternyata Bitcoin habis ditambang seluruhnya? Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang cukup populer. Saat ini, memang sirkulasi total bitcoin yang telah beredar mencapai 18.105.438 BTC. Jumlah tersebut adalah sekitar 86,52% dari total supply Bitcoin yang berjumlah 21 juta BTC.

Total sirkulasi yang telah mencapai 86,52% tersebut, orang kebanyakan mungkin akan menilai akan berakhir jika Bitcoin habis ditambang seluruhnya. Hal ini tentu saja tidaklah benar. Ketika bitcoin habis ditambang seluruhnya, proses pertambangan tetap akan terus berjalan.

Pertambangan Bitcoin akan terus berjalan meskipun jumlah total supply unit-unit baru sudah ditambang. Perbedaannya, penambang tidak lagi mendapat block reward, melainkan hanya mendapatkan fee transaksi saja.

Dalam hal ini, kita perlu memahami bahwa ada mekanisme pemberian insentif dalam ekosistem pertambangan bitcoin. Insentif ini memang menjadi sebuah cara jitu untuk mengakomodir daya komputasi yang mungkin saja bisa berimplikasi negatif, menjadi sebuah peran partisipatif yang positif.

Tanpa mekanisme insentif itu, orang yang memiliki daya komputasi besar melalui perangkat yang dimiliki bisa saja digunakan untuk tindakan yang destruktif. Semisal untuk melakukan upaya penyerangan jaringan.

Insentif itu lantas mampu merubah potensi-potensi yang merugikan tersebut menjadi sebuah kekuatan baru yang justru menambah sisi keamanan. Logikanya, lebih baik perangkat itu digunakan untuk berpartisipasi dalam pertambangan dan memperoleh Bitcoin untuk mendulang untung.

Dibandingkan untuk merusak, yang jika dilakukan bisa berhasil atau mungkin tidak. Potensi-potensi terjadinya serangan, terbukti cukup ampuh bisa diminimalisir. Semakin banyak penambang, artinya semakin aman jaringan Bitcoin. Sehingga hampir mustahil untuk diserang. Ada dua insentif pertambangan di dalam Bitcoin.

Dua Mekanisme Insentif Bitcoin

Mekanisme pemberian insentif ini ada dua, yakni:

  1. Block Reward
  2. Fee Transaksi

Block Reward

Block Reward adalah mekanisme pemberian insentif pertama kepada para penambang Bitcoin. Penentuan nilai block reward ini sudah ditentukan dalam protokol Bitcoin. Pada tahap awal bitcoin diluncurkan, jumlah nilai Block reward tersebut adalah senilai 50 BTC.

Dari mekanisme insentif melalui block reward, berfungsi juga sebagai cara untuk mengontrol jumlah supply BTC yang beredar, sekaligus untuk pendistribusian unit-unit BTC baru. Sementara, jumlah block reward tersebut akan direduksi “Separuh”,setiap melampaui 210.000 block.

block reward Bitcoin
Block reward Bitcoin (Gambar: Bitcoin Wiki)

Jangka waktu block baru Bitcoin dalam ekosistem pertambangan adalah kurang lebih 10 menit. Artinya, 210.000 itu adalah sekitar 4 tahun. Proses pengurangan separuh block reward ini kemudian disebut dengan Bitcoin Halving.

Lantas berapa besar nilai BTC yang diperoleh penambang jika berhasil menemukan block baru? Jumlahnya adalah:

Nilai Block reward (yang berlaku saat ini) + Biaya transaksi

Di saat tulisan ini dibuat nilai block reward yang berlaku adalah 12,5 BTC. Maka total yang diperoleh penambang yang berhasil adalah 12,5 BTC + total biaya transaksi dalam 1 block tersebut. Di agenda bitcoin halving berikutnya, diperkirakan akan terjadi di bulan Mei 2020. Maka total block reward selanjutnya akan berkurang separuh dari 12,5 BTC, menjadi 6,25 BTC.

Fee Transaksi

Biaya transaksi bitcoin adalah insentif tambahan untuk para penambang. Total besaran biaya transaksi yang diperoleh penambang, adalah berdasarkan seluruh transaksi yang dimasukkan dalam 1 block baru tersebut.

Nilai tersebut tentu saja akan berubah sesuai dari total biaya transaksi dalam 1 block baru itu. Ketika block reward sudah habis seluruhnya, atau total unit 21 juta BTC sudah terdistribusi seluruhnya, maka hanya insentif Fee transaksi inilah yang diperoleh penambang.

Apakah nilai biaya transaksi itu mencukupi untuk operasional penambang?

Pertama, perlu diketahui bahwa total supply bitcoin habis seluruhnya baru akan terjadi sekitar bulan Oktober tahun 2140. Seluruh distribusi bitcoin bisa diperkirakan habis pada tahun 2140 tersebut, tentu saja dari rata-rata waktu block baru bitcoin sekitar 10 menit.

Setelah mengetahui perkiraan waktu bahwa bitcoin habis ditambang seluruhnya di tahun 2140, maka jelas kita bakal tidak mengetahui berapa nilai per 1 satoshi (satuan bitcoin) saat itu. Coba dilihat dari grafik harga bitcoin secara keseluruhan di bawah ini:

Gambar chart Bitcoin
Gambar chart Bitcoin (Gambar: Coinmarketcap)

Harga bitcoin dari tahun ke tahun, secara efektif memang relatif menunjukkan pergerakan naik. Pertama, hal itu mungkin sebagai bukti efektifitas supply bitcoin yang “finit supply” (tidak tak terbatas, baca: terbatas).

Jumlah seluruh bitcoin yang terbatas itu mampu mengontrol jumlah peredaran di pasar. Ujungnya adalah memberikan stimulus agar langka di pasar, sehingga harga menjadi lebih naik. Fakta yang ada, memang demikianlah yang terjadi di Bitcoin. Ingat, hanya di Bitcoin.

Pada banyak varian Altcoin, memang ada yang menggunakan hal serupa. Namun tidak akan mampu memberikan ekposur yang sama. Contoh untuk varian Litecoin misalnya, meskipun sama persis dari bitcoin, ada mekanisme halving dengan supply yang terbatas, tetap tidak memberikan output kondisi yang sama. Apalagi jika untuk varian tokenisasi, justru makin tidak keruan.

Dalam hal ini, mungkin per 1 satuan terkecil Bitcoin (Satoshi), sudah akan bernilai tinggi di tahun 2140 mendatang. Artinya, fee transaksi yang diperoleh penambang sebagai insentif, sudah lebih dari cukup untuk operasionalnya.

Sehingga jelas, bahwa meskipun bitcoin habis ditambang seluruhnya, mekanisme validasi transaksi tetap akan berjalan seperti biasanya oleh penambang. Block-block baru tetap akan terus diproduksi. Block-block bitcoin ini, tidak ada batas jumlahnya.

Block Bitcoin

Penjelasan lebih mendetail tentang Block Bitcoin dapat dibaca di artikel Cara kerja Bitcoin – Block Bitcoin. Dalam memahami sebuah block bitcoin, mungkin dapat dianalogikan seperti sebuah folder file dalam sistem kerja komputer.

Di dalam folder-folder tersebut, terdapat sekian beragam file dengan ukuran berbeda-beda. Perbedaannya, Dan file yang ada di dalamnya juga saling berelasi dan terkait dalam urutan waktu yang presisi, tidak lagi bisa dirubah, dimanipulasi.

Pada bitcoin, setiap block ini ditentukan kapasitas besaran total file (baca: transaksi) yang berhasil ditampung. Konsensus besaran kapasitas block tersebut adalah lebih kecil dari 1 megabyte. Sementara ketika implementasi Segwit berhasil dilakukan, ukuran limit block Bitcoin sudah bisa menampung lebih besar, namun tidak lebih dari 2 megabyte. Tidak ada limit berapa jumlah block yang diproduksi.

Artinya meskipun bitcoin habis ditambang seluruhnya, penambang tetap akan memproduksi block-block baru itu. Sehingga penambang pun akan terus memvalidasi transaksi sepanjang waktu, lalu memasukkan transaksi-transaksi itu kedalam sebuah block baru lagi. Sampai seterusnya.