Bursa Kripto Diretas? Sudah Gak Heran, Kini Terjadi Lagi Di UPbit

Bursa Kripto Diretas? Sudah Gak Heran, Kini Terjadi Lagi Di UPbit

News
November 27, 2019 by Fara Yuniar
298
Bursa kripto konvensional UPbit ini adalah bursa kripto asal Korea Selatan yang dulu di tahun 2018 pernah digeledah pihak berwenang. Kini bursa ini dikabarkan telah diretas. Total kerugian mencapai hampir Rp 705 Milyar.
Bursa Kripto Diretas - UPbit Korsel

BitcoinMedia – Bursa Kripto Diretas. Kembali terulang, kini ada satu lagi bursa kripto diretas. Salah satu bursa kripto asal Korea Selatan, UPbit, berhasil diretas dengan total kerugian sekitar USD 50 juta dalam bentuk Ethereum (ETH).

Pihak UPbit baru memberikan pengumuman resmi hari ini. Dalam pengumuman tersebut menyatakan bahwa kurang lebih ada 342.000 ETH yang telah berpindah tangan. Jumlah tersebut berkisar kurang lebih USD 50 juta, atau senilai Rp 705 milyar.

Total nilai dalam bentuk ETH itu awalnya tersimpan dalam hot wallet UPbit. Namun kemudian ditransfer ke address 0xa09871AEadF4994Ca12f5c0b6056BBd1d343c029 sekitar tujuh jam yang lalu. Akibatnya, sampai saat ini pursa kripto korea itu menangguhkan seluruh deposit dan penarikan.

Disebutkan, setidaknya membutuhkan waktu sampai dua minggu untuk kemudian membuka kembali proses deposit dan penarikannya. Setelah menyadari bahwa bursa kripto diretas, pihak UPbit lantas memindahkan semua aset yang disimpan di Hot Wallet ke varian Cold Wallet.

Bursa kripto UPbit adalah bursa asal Korea Selatan. Kantor pusat bursa kripto ini terletak di Gangnam-Gu – Seoul. Sejak lama, bursa ini sudah menjadi bursa terbesar di Korea Selatan. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir di bursa tersebut sudah mencapai 17.618 BTC. Jika dirupiahkan, adalah senilai Rp 1,7 trilyun. Kabarnya, bursa ini dioperasikan oleh salah satu anak perusahaan Kakao, milik seorang konglomerat besar di Korsel.

Di tahun 2018 silam, Bursa UPbit pernah digeledah oleh pihak berwenang di Korea. Alasannya, karena bursa itu sempat dianggap telah banyak menipu investor dengan tuduhan memalsukan neraca perdagangannya.

Dalam penggeledahan itu, kejaksaan wilayah Selatan Seoul bahkan telah menyita hard disk dan juga buku akutansi perusahaan. Proses penyidikan yang dilakukan saat itu hingga melibatkan komisi jasa keuangan dan juga Unit Intelejen Keuangan Korea Selatan (FIU).

Sementara di awal tahun 2019,  Kementrian Informasi dan Komunikasi beserta Badan Pengembangan Internet di Korea Selatan menghasilkan temuan terkait bursa-bursa kripto yang ada. Hasil temuan itu menyebutkan bahwa 14 bursa kripto di Korsel dinilai rentan terjadi serangan.

Uniknya, hasil temuan saat itu bursa UPbit dikategorikan lolos. Sudah semakin jelas. Bahwa sebaik apapun penanganan keamanan bursa kripto konvensional, tidak akan pernah aman.

Add a comment