Emosional, Craig Wright Menangis Di Pengadilan

Emosional, Craig Wright Menangis Di Pengadilan

News
June 29, 2019 by adi
319
Craig Wright, yang mengaku dirinya sebagai Satoshi Nakamoto, disebut menangis saat memberikan keterangan di dalam sidang. Di dalam sidang itu, Craig Wright tidak bisa memberikan bukti yang diminta oleh pihak pengadilan.
Emosional, Craig Wright Menangis Di Pengadilan

Saat menjalani sidang di Florida, Craig Wright menangis dan cukup emosional saat menjawab pertanyaan hakim. Sidang tersebut adalah sidang perkara bernomor 9:18-cv-80176 di pengadilan Distrik Selatan Florida.

Pada sidang itu Craig Wright hadir bersama kuasa hukumnya Andres Rivero, Amanda McGovern, Zaharah Markoe, Alan H. Rolnic, Bryan Lee Paschal dan Schneur Zalman Kass, seperti yang dilansir dari Law360.

Perjalanan sidang Craig Wright yang digelar pagi tadi justru menjadi bahan cemoohan. Hal itu lantaran Craig Wright atau yang sudah dijuluki dengan sebutan Faketoshi di komunitas Bitcoin ini disebut menangis dan cukup emosional, saat diminta keterangan oleh Hakim Reinhart.

Craig Wright (CSW) yang bikin heboh dengan klaimnya ini seolah cukup emosional saat memberikan kesaksian, sembari berlinang air mata. Dia mengatakan, “Saya membuat bitcoin untuk menjadi mata uang yang baik, tidak untuk tindak kejahatan. Namun ketika orang menggunakannya di dark web seperti Silk Road dan Hydra, saya ingin menghentikan bitcoin sepenuhnya pada bulan Agustus 2010,” jelasnya.

Di dalam sidang, banyak orang dari komunitas Bitcoin yang ternyata turut hadir menyaksikan jalannya persidangan tersebut. Sontak saja, peristiwa itu justru menjadi bahan bulan-bulanan baru lagi untuk yang kesekian kalinya.

Peter Mc Cormack, salah seorang yang sempat dituntut oleh Craig Wright karena ciutan-ciutannya, kembali menuliskan di akun twitternya.

Peter Mc Cormack adalah salah satu dari sekian banyak orang yang dituntut oleh Craig Wright. Beberapa orang lainnya seperti akun @Hodlonout maupun @KatieAnanina yang pada hari itu juga hadir untuk memberikan kesaksian atas ciutannya.

Saat hadir di persidangan tersebut, Katie Ananina juga sempat memposting jalannya persidangan tersebut, hingga saat ketika Faketoshi, menjadi emosional.

Tak Punya Bukti

Di dalam sidang Craig Wright tidak bisa memberikan bukti kongkrit seperti yang diminta oleh pengadilan. Dirinya, diharuskan untuk membuat daftar seluruh address Bitcoin yang dimiliki oleh pseudonym Satoshi Nakamoto oleh pihak pengadilan.

Seperti yang bisa ditebak, Craig dan kuasa hukumnya menyebut bahwa dirinya tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Dirinya juga mengaku bahwa mungkin dia tidak pernah dapat mengakses sejumlah bitcoin miliknya tersebut.

Pada sidang itu, Craig Wright memberikan kesaksian dan mengatakan:

“Jika ada cara yang bisa saya lakukan, maka saya akan melakukan itu,” katanya.

Alih-alih mencoba memberikan alasan karena tidak mampu memberikan bukti-bukti kepemilikan Address Bitcoin milik Satoshi Nakamoto, Craig Wright justru berupaya menyodorkan dokumen baru dalam bentuk file PDF.

Dalam file PDF tersebut, tidak lain adalah berisi gambar screenshot email yang berkaitan dengan akun email Satoshi Nakamoto. Namun Craig Wright justru mendapat teguran keras dari hakim.

Hakim Reinhart menegur keras dengan mengatakan:

“Kamu memberi dokumen lain di ruang sidang saya, kamu secepatnya bisa diborgol hingga kepalamu akan berputar-putar,” kata hakim.

Peristiwa itu bermula ketika Craig dimintai keterangan atas pernyataan Ira Kleiman yang menyebut bahwa bukti email Craig Wright adalah palsu. Menurut Ira Kleiman, email tersebut sebenarnya tertanggal pada 20 Desember 2012. Hal tersebut sesuai dengan pembubuhan tanda tangan digital yang sesuai dengan tanggal tersebut.

Sedangkan bukti email CWC yang diberikan pada pengadilan adalah sebuah email dengan tanda tangan PGP yang dibuat tanggal 12 Maret 2014. Pada tanggal itu berkisar 1 tahun setelah kematian David Kleiman.

Di dalam persidangan, Craig Wright berupaya membantah bahwa dirinya memalsukan bukti yang disodorkan ke persidangan. Dia menjawab hakim dengan mengatakan, “Anda ingin saya mengomentari file dari server orang yang berupaya dan memaksa saya untuk bisa menarik properti intelektual saya?,” terangnya.

Komentar itulah yang pada akhirnya menyulut kemarahan hakim. Dia pun kemudian meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Karena tidak banyak waktu tersisa untuk meminta keterangan saksi ahli dari kedua pihak, sidang itupun akan dilanjutkan pada waktu mendatang, setelah disepakati kedua belah pihak.

Add a comment