Inflasi Di Argentina Capai Lebih 55 Persen, Bitcoin Kian Populer

Inflasi Di Argentina Capai Lebih 55 Persen, Bitcoin Kian Populer

News
September 3, 2019 by adi
211
Pemerintah Argentina memutuskan memberlakukan kontrol mata uang agar peso tidak makin terpuruk. Inflasi di Argentina sudah mencapai 55 persen lebih. Sementara harga Bitcoin justru diperdagangkan lebih tinggi di Argentina.
Inflasi Di Argentina

BitcoinMedia – Inflasi di Argentina. Saat ini, nilai Inflasi di Argentina saat ini sudah di atas 55 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah Argentina harus memberlakukan kontrol mata uang. Harapannya, upaya tersebut bisa membuat pasar keuangan berjalan lebih stabil. Uniknya, Bitcoin justru lebih populer.

Beberapa bursa kripto di Argentina kemarin, harga Bitcoin diperdagangkan berkisar USD 10.025 sampai USD 10.915. Padahal, harga bitcoin secara global masih di rata-rata USD 9.887 sampai USD 9.905, berdasarkan data dari CCN (2/9/19).

Harga tertinggi perdagangan Bitcoin di Argentina adalah di bursa P2P LocalBitcoin. Di bursa P2P tersebut, rata-rata bitcoin diperdagangkan sekitar 644 ribu ARS per BTC. Nilai harga itu adalah kurang lebih sekitar USD 10.915 per BTC, atau sekitar Rp. 155 juta.

Banyak pihak meyakini mulai beranjak naiknya harga Bitcoin dipicu dari kondisi yang ada di Argentina. Pasalnya sejak pertengahan Agustus lalu, merosotnya peso di Argentina sudah dipandang akan menjadi peluang untuk Bitcoin.

Kontrol Mata Uang Untuk Atasi Inflasi di Argentina

Pemerintah Argentina mengharuskan semua perusahaan untuk meminta ijin bank sentral untuk jual beli mata uang asing seperti USD jika dipergunakan untuk transfer ke luar negeri. Kontrol mata uang itu dibuat sebagai langkah untuk mencegah merosotnya nilai mata uang peso lebih dalam.

Di sisi lainnya, langkah itu juga sebagai implikasi gagal bayar utang negara yang sudah mencapai USD 100 milyar. Jika pada bulan Agustus lalu nilai tukar peso merosot hingga 30 persen, kini sudah makin dalam hingga 55 persen lebih.

Salah satu aturan dalam kontrol mata uang yang diberlakukan, pembelian dolar Amerika Serikat untuk perorangan dibatasi hanya senilai USD 10.000 saja. Dan pembatasan pembelian USD ini akan tetap diberlakukan sampai akhir tahun ini.

Pemerintah merasa langkah kontrol mata uang ini penting untuk dilakukan. Pemerintah Argentina menganggap arus investasi besar ke luar negeri perlu dihentikan untuk menjaga stabilitas mata uangnya agar tidak jatuh lebih mendalam. Sebaliknya, aturan tersebut justru membuat pasar gelap forex di Argentina makin menjamur. Nilai tukar USD untuk peso di pasar gelap Argentina mencapai nilai 59 peso sampai 64 peso per 1 USD.

Tidak sedikit pula yang memandang iklim politik ikut andil dalam merosotnya nilai tukar peso. Presiden Argentina Mauricio Marci kalah suara dalam pemilihan dengan Alberto Fernandez. Kebijakan Mauricio Marci sendiri sejauh ini banyak lebih ramah untuk pebisnis.

Termasuk pula dengan kebijakan dan ketergantungan Argentina pada Dana Moneter Internasional (IMF). James Athey dari Aberdeen Standar Investment memberikan komentarnya di CNBC, dirinya masih percaya bahwa IMF akan menggelontorkan pinjaman lagi senilai USD 5,4 milyar ke Argentina akhir bulan ini.

Add a comment