Laporan IDC, Donasi Bitcoin Hamas Berasal Dari Iran

Laporan IDC - ICT menyebutkan bahwa Hamas sudah menerima penggalangan dana dari Iran menggunakan Bitcoin.

0
66
donasi bitcoin Hamas

BitcoinMedia. Berdasarkan laporan IDC, disebutkan bahwa donasi Bitcoin Hamas adalah berasal dari Iran. IDC, International Institute for Counter Terrorism (ICT) dalam laporannya menyebut bahwa Hamas punya tautan dengan Iran, terkait pendanaan militer yang diterima menggunakan Bitcoin.

Laporan eklusif itu dikabarkan melalui The Jerusalem Post (19/01/2020). Dari laporan IDC-ICT Cyber desk, Brigade Al Nasr Lawa al Tawahid, yang berperan sebagai sayap militer Komite Perlawanan Rakyat dan telah terbentuk sejak 2001 oleh Jamal Abu Samhadna Abu Attaya adalah beroperasi di bawah naungan Hamas.

Penulis laporan IDC-ICT itu adalah termasuk Dr. Eitan Azani, Dr. Michael Barak, Edan Landau, dan Nadine Liv. Di tahun 2018, AS dan Arab Saudi memang telah memasukkan Hamas sebagai organisasi teroris. Sedangkan melalui Pengadilan Tinggi Uni Eropa (ECJ) tahun 2017, berupaya untuk menghapus Hamas dari daftar kelompok teroris. Keputusan itu keluar pada hari Rabu, 26 Juli 2017 saat itu. Keputusan Eropa ini yang kemudian membuat Israel dan sekutunya Amerika Serikat murka, Tempo (26/7/19).

Sementara, pendanaan yang diperoleh dalam IDC-ICT adalah disebutkan berasal dari Iran. Meski demikian, informasi yang dihimpun dari The Jerusalem Post juga menyebutkan bahwa dibandingkan masa lalu, saat ini pendanaan tersebut mungkin jauh lebih sedikit. Alasannya, penggalangan dana sekarang menggunakan Bitcoin.

Situs Cash4ps, terima transaksi Bitcoin Hamas
Situs Cash4ps, yang diduga menerima transaksi Bitcoin untuk Hamas

Kemungkinan terbesarnya, donasi Bitcoin Hamas yang berhasil diperoleh itu adalah melalui salah satu situs jual beli online bernama “Cash4aps”. Melalui situs cash4ps itu, memungkinkan Hamas untuk menerima dan mengirim uang keluar dari jalur Gaza. Lalu digunakan untuk operasi militernya.

Sementara salah satu address Bitcoin yang digunakan adalah 1LaNXgq2ctDEa4fTha6PTo8sucqzieQctq, menurut informasi dari IDC-ICT yang telah dimuat di Jerusalem Post. Terpantau dari address itu, sudah menerima transaksi kurang lebih 3.370 BTC lebih. Atau kurang lebih sekitar USD 29,16 juta, setara dengan Rp. 398,9 milyar.

address BTC Hamas
Address BTC yang disebutkan IDC-ICT digunakan Hamas

Seluruh donasi yang telah masuk tersebut juga telah ditransaksikan seluruhnya. Yang tersisa hanyalah sebesar USD 1 dalam bentuk Bitcoin. Address tersebut diyakini oleh ICT Cyber Desk sebagai salah satu address yang digunakan untuk menerima donasi Bitcoin Hamas. Alasannya, address yang sama itu sempat menunjukkan peningkatan aktifitas transaksi, dan lebih banyak berasal dari situs cash4ps.

Namun, pemeriksaan yang dilakukan melalui BitcoinWhp’sWho.com tidak ditemukan hal yang mencurigakan terhadap wallet yang digunakan. Namun, pernah ada laporan yang menunjukkan bahwa wallet Bitcoin di situs tersebut sudah ditandai sebagai penggalangan dana untuk Hamas.

Sedangkan di situs yang sama juga dinyatakan berelasi dengan The Islamic National Bank. Salah satu bank yang sudah di cap oleh pemerintah AS terkait dengan pendanaan teroris. Bank itu dianggap sudah terkait dengan Hamas di tahun 2010 silam.

Informasi lain yang dihimpun dari postingan Facebook, ICT dapat mengkaitkan keterkaitan antara wallet milik situs itu dengan al Burag, yang disebut berelasi dengan brigade Al Nasr. Kabarnya, ICT ini juga telah bekerjasama dengan Cobweb Technologies, sebuah perusahaan analisis akun di Telegram untuk operasi pendanaan teroris.

Bitcoin di Palestina sendiri sudah banyak digunakan oleh masyarakat. Potensi pasar kripto di Palestina sendiri memang dipandang punya potensi yang bagus. Belum lagi menurut laporan event fintech di kota Rawabi beberapa tahun lalu menyebutkan ada 77% rakyat Palestina yang tidak memiliki rekening bank.

Sejak tahun 2006 saat Hamas mulai berkuasa, seluruh transfer mata uang tunai bahkan sempat dihentikan sementara. Sedangkan Brigade Al Qassam sempat membuat operasi sembunyi-sembunyi, yang mewajibkan seluruh merchant jual beli Bitcoin mencatatkan address walletnya. Bahkan meminta juga nomor ID pengguna saat mencairkan BTC itu.Penggalangan donasi Bitcoin juga dilakukan oleh Brigade Al Qassam saat itu. Jumlah yang telah diterima dari penggalangan dana saat itu sudah mencapai USD 12.000 di tahun 2019 lalu. Padahal, penggunaan Bitcoin oleh rakyat Palestina jauh berbeda dengan yang terkait di Hamas.