Lawan Hoax, New York Times Pakai Blockchain

Menghadapi permasalahan komplek pada industri media jurnalistik, Times berupaya mencari solusi agar pembaca mampu menelusuri jejak konten media. Termasuk juga dalam memerangi hoax. Untuk merealisasikan hal ini, New York Times bakal menggunakan teknologi Blockchain.

0
12
Lawan Hoax, New York Times Pakai Blockchain

BitcoinMedia – Lawan Hoax. Berniat untuk perangi hoax, media New York Times berencana untuk menggunakan teknologi Blockchain. Informasi tersebut dipublikasikan Selasa kemarin (23/7/19). Rencananya Tim Penelitian dan Pengembangan Times yang nantinya akan mengeksplorasi penggunaan teknologi mutakhir dari Bitcoin itu.

New York Times pada awalnya adalah media koran harian yang diterbitkan di New York. Koran ini didirikan oleh Henry Jarvis Raymond dan George Jones di tahun 1851. Di tahun yang sama, terbit perdana dilakukan pada tanggal 18 September.

Tim Penelitian dan Pengembangan Times berupaya untuk dapat melacak konten jurnalistik. Sehingga produk jurnalistik jadi lebih layak dibaca untuk khalayak. Terutama dalam upayanya untuk memerangi hoax, atau berita bohong.

Salah satu hal yang paling disorot adalah ketika media harus dihadapkan pada polarisasi politik. Media sosial dianggap punya polarisasi tinggi dalam penyebaran informasi yang bersumber dari konten media jurnalistik.

Kerap terjadi adalah adanya kesalahan maupun pembiasan infromasi secara online. Hal tersebut dianggap telah terjadi berulang-kali dan terus-menerus. Paling parah ketika menghadapi momentum pemilihan umum. Potensi bias yang bisa dihasilkan dapat mengganggu stabilitas pemerintahan di seluruh dunia.

Hal yang sama seperti upaya untuk pelintir pernyataan palsu. Pernyataan-pernyataan yang sering muncul adalah palsu, lantas dimanipulasi dan diterbitkan ulang dalam bentuk yang lain. Kontan hoax semacam ini meningkat drastis.

Menurut pihak Times, berbagai permasalahan media yang ada sekarang harus ditanggapi serius. Media harus mencari solusi agar pembaca mampu membedakan konten berita yang baik dengan yang tidak.

Times menyebut media seperti Washington Post maupun Wall Street Journal sudah mulai mengembangkan solusi-solusi itu. Washington Post sudah berupaya untuk bisa menyaring konten video mana yang telah dimanipulasi.

Sedangkan di media Wall Street Journal berupaya agar para jurnalisnya mampu mengidentifikasi informasi bohong atau hoax. Upaya lainnya juga dilakukan oleh First Draft maupun konsorsium seperti Misinfocon.

Bagi Times, pemanfaatan potensi teknologi mutakhir “B” menjadi pilihannya.

Pemanfaatan Teknologi “B” Untuk Perangi Hoax

Yang cukup unik dari informasi Times adalah ketika menyebut “B”. Bisa jadi tim Penelitian dan Pengembangan Times tentu sudah mengetahui hingar-bingar istilah “Blockchain” di dunia selama ini. Di sengaja atau tidak, besar kemungkinan bahwa Times sendiri tidak ingin larut dalam euforia kata populer “Blockchain”.

new york times

Terkait dengan pemanfaatan teknologi ini, pihak Times menyebut bakal meluncurkan proyek “The News Provenance”. Singkatnya di proyek ini untuk bisa bereksperimen dengan desain produk maupun alat yang memungkinkan pembaca menelusuri asal-muasal konten jurnalistik.

Pertama, sasaran paling utama ada pada konten foto. Konten yang satu ini dianggap paling mudah untuk dimanipulasi. Lantas diedarkan secara meluas di internet. Baik di sosial media, aplikasi perpesanan,  hingga mesin pencari.

Kabarnya implementasi untuk mewujudkan ini pihak Times bakal menggunakan Hyperledger Fabric. Lebih jauh, Times juga akan bekerjasama dengan IBM Garage. Namun Times menyebut kerjasama dengan IBM ini untuk digunakan di proyek industri lainnya. Tentang alasan menggunakan teknologi Blockchain, karena database yang tersimpan dianggap jauh lebih aman. Ledger penyimpan data bersifat terdistribusi, tidak hanya terpusat di satu server saja, ataupun dikelola oleh satu entitas.