Paypal Tarik Dukungan Libra, Fokus Di Platformnya Sendiri

Paypal Tarik Dukungan Libra, Fokus Di Platformnya Sendiri

News
October 6, 2019 by adi
258
Pihak Paypal memutuskan mundur dari Asosiasi Libra. Keputusan ini mungkin bakal diikuti oleh beberapa perusahaan lain seperti Visa dan Mastercard.
Paypal Tarik Dukungan Libra

BitcoinMedia – Paypal Tarik Dukungan Libra. Paypal dikabarkan menarik diri dari proyek pengembangan Libra besutan Facebook. Keputusan ini diambil agar bisa tetap fokus pada platformnya sendiri.

“Paypal memutuskan untuk tidak lagi berpartisipasi dalam Asosiasi Libra pada saat ini, dan fokus pada memajukan misi dan prioritas bisnis kami saat ini, serta berusaha membuat demokratisasi akses layanan keuangan pada populasi yang belum terakomodasi”, tulis pihak Paypal.

Asosiasi Libra ini merupakan asosiasi yang terdiri dari perusahaan-perusahaan besar. Mereka yang masuk di Asosiasi ini menjadi elit yang disebut bersifat nirlaba sebagai pengambil arah dan kebijakan pada proyek Libra.

Bisa jadi, keputusan Paypal tarik dukungan untuk Libra itu lantaran proyek ini sulit untuk bisa diterima oleh para pemangku kebijakan. Sampai detik ini, Facebook banyak menarik perhatian terlebih menyoal masalah privasi.

Penarikan dukungan ini membuat Paypal sebagai satu-satunya dan perusahaan pertama yang telah memutuskan untuk menarik diri dari proyek Paypal. Kenyataan ini membuat langkah Libra yang sejak awal sudah cukup berat menjadi kian terseok-seok.

Menanggapi berbagai kondisi yang ada di dalam internal Libra dan sulitnya berjalan mulus, beberapa perusahaan besar penyokong Asosiasi ini pada akhirnya mengkaji kembali langkahnya. Setelah keputusan dari Paypal, bisa jadi akan diikuti oleh beberapa perusahaan besar lainnya yang akan menarik dukungan dari Libra.

Sejauh ini, Visa dan Mastercard yang disebut-sebut mulai mengkaji ulang kebijakannya bergabung di Libra Facebook. Besar kemungkinan Visa dan Mastercard inilah perusahaan yang bakal mengikuti langkah Paypal selanjutnya.

Uniknya, Visa dan Mastercard sendiri mencoba melobi pemangku kebijakan di Indonesia untuk memuluskan bisnisnya. Upaya yang dilakukan itu adalah melalui komunikasi antara para pejabat perdagangan AS ataupun eksekutif dua perusahaan tersebut ke pemerintah Indonesia. Kabarnya, komunikasi via email itu bahkan dirinci dalam 200 lembar halaman. Komunikasi yang dipaparkan dengan cukup panjang itu tentu saja bukanlah perkara yang main-main.

Target yang hendak dicapai adalah penyelesaian transaksi kartu kredit agar bisa masuk dalam pengaturan melalui Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), sesuai yang dituliskan di Detik (5/10/19). Berkaca dari situasi ini, besar kemungkinan baik Visa dan Mastercard sedang berupaya melakukan persiapan dalam menghadapi musim paceklik berkepanjangan yang sudah di depan mata.

Add a comment