Terapkan Aturan Baru, Poloniex Delisting 8 Varian Token

Ada 8 token yang bakal delisting dari bursa Poloniex. Proses delisting tersebut dilakukan terkait dengan aturan baru yang diberlakukan di bursa tersebut. Aturan itu salah satunya adalah untuk meminimalisir aktifitas pump and dump.

0
19
Poloniex Delisting 8 Varian Token

Berlakukan aturan baru, Bursa kripto Poloniex delisting untuk 8 Varian Token. Kedelapa token yang segera akan delisting dari Poloniex adalah BTCD (Bitcoin Dark), BTM (Bitmark), EMC2 (Einstenium), GRC (GridCoin), NEOS (NeosCoin), POT (PotCoin), VRC (VeriCoin), dan juga XBC (Bitcoin Plus).

Informasi tersebut dituliskan di situs Poloniex pada 18 September lalu. Proses delisting akan dilakukan efektif pada tanggal 25 September nantinya. Dalam publikasinya, pihak Poloniex menerangkan batas waktu pengguna sampai tertanggal 25 September tersebut.

Batas waktu itu harus digunakan oleh pengguna untuk segera manarik aset kedelapan token yang dimaksud. Setelah tenggang masa tersebut, kedelapan varian token itu langsung akan dinonaktifkan.

Pihak Poloniex juga meminta pengguna memahami posisi mereka sebagai pengguna. Salah satu penyebab dilakukan delisting tersebut, adalah untuk meminimalisir aksi pump and dump yang kerap terjadi.

Menurut Poloniex, aksi pump and dump tersebut dicontohkan seperti yang terjadi pada Bitcoin Dark. Saat itu Bitcoin Dark bahkan mengalami lonjakan hingga 277 persen. Tidak tanggung-tanggung. Akibat aksi pump and dump di Bitcoin Dark, Poloniex bahkan harus menanggung 97 persen volume perdagangan di token itu.

Aksi pump and dump ini kerap menjadi sebuah cara untuk menggali keuntungan cepat pihak-pihak tertentu.

Tidak hanya itu, pump and dump juga mamanipulasi pasar kripto. Terkait hal ini, Poloniex berupaya untuk bersikap tegas. Dengan harapan untuk bisa menciptakan iklim perdagangan kripto yang lebih nyaman.

Bursa kripto Poloniex ini adalah bursa yang berbasis di Amerika. Volume perdagangan di Poloniex mencapai total sekitar 6000 BTC per hari. Jumlahnya setara sekitar USD 38 juta lebih, atau sekitar 547 milyar rupiah per hari.