Token Bukan Kripto, Sebut Mantan CEO BTCC

Bobby Lee, mantan CEO bursa kripto BTCC, menilai bahwa Token bukan kripto. Maraknya proyek ICO selama beberapa tahun terakhir dianggap tidak layak sebagai sebuah aset kripto. Meskipun, dalam proyek tersebut acapkali didukung dengan teknologi blockchain, yang umumnya lekat dengan terminologi terdesentralisasi.

0
9
Token Bukan Kripto, Sebut Mantan CEO BTCC

Token Bukan Kripto

Mantan CEO bursa kripto BTCC, Bobby Lee, menganggap Token bukan kripto. Token yang umumnya banyak digunakan dalam proyek ICO ini, dianggap tidak layak untuk disebut sebagai sebuah kripto yang umumnya terdesentralisasi.

Bobby Lee banyak memberikan komentarnya saat wawancarai di media Cheddar, salah satu media informasi seputar fintech. Menurut Lee, token di proyek-proyek ICO tidaklah sama seperti Bitcoin. Token ICO itu dicetak dan didistribusikan secara terpusat, melalui sekelompok maupun individu tertentu. Otoritas terpusat maupun individu tersebut, bertugas secara khusus dengan tanggung jawabnya untuk membagikan token tersebut.

Baca Juga: Apa itu ICO?

Utilitas Token di banyak proyek ICO, menurut Lee tidaklah terdesentralisasi seperti halnya Bitcoin ataupun Altcoin pada umumnya. Lee menilai token ICO sejauh ini telah banyak salah diklasifikasikan sebagai satu varian kripto. Menurut Lee, token bukan kripto, token sama sekali berbeda seperti aset digital asli secara umum.

Desentralisasi Versus Sentralisasi

Maraknya proyek ICO melalui berbagai platform blockhain selama ini, telah banyak membuka dialog antara desentralisasi versus sentralisasi dalam dunia kripto. Pada varian kripto seperti bitcoin maupun altcoin, kerap cukup lekat dengan sifat dan karakter desentralisasi.

Sedangkan Token ICO lebih mengarah pada sentralitas atau terpusat. Terkait dengan dua garis besar dalam dunia kripto itu, Lee tetap optimis pada Bitcoin, Litecoin maupun Ethereum. Ia membandingkannya varian kripto tersebut dengan token ICO yang banyak bermunculan sebagai entitas yang terpusat.

Ketika disinggung tentang Ripple, Lee memberikan komentarnya, “Yah saya juga berfikir ada sedikit bias… Ripple (XRP) memiliki reputasi yang terpusat, meskipun beberapa pendukung XRP sendiri mengklaim bahwa mereka terdesentralisasi. Saya pikir hal ini penting untuk dunia semenjak penemuan Bitcoin, sebelumnya tidak pernah ada mata uang digital yang mampu terdesentralisasi. Kita dapat melihat karakter terdesentralisasi itu seperti di dunia nyata pada air, udara, maupun emas. Segala sesuatu hal lain selain itu adalah terpusat, begitu juga di dunia digital juga terpusat, sampai pada akhirnya muncul Bitcoin,” terangnya.

Lee menambahkan, bahwa banyaknya pihak perusahaan di balik proyek ICO yang menyebut istilah terdesentralisasi untuk token mereka adalah cukup berbahaya. Penggunaan istilah desentralisasi pada token ICO dianggap sama seperti membuang terminologi besar “desentralisasi” dengan percuma.