Uang Tunai Mesin ATM di Hong Kong Ludes, Volume Bitcoin Meningkat

Uang Tunai Mesin ATM di Hong Kong Ludes, Volume Bitcoin Meningkat

News
October 7, 2019 by adi
446
Khawatir terjadi pembekuan rekening, penduduk di Hong Kong kuras habis seluruh uang tunai di mesin-mesin ATM. Sebaliknya, volume perdagangan Bitcoin di LocalBitcoin meningkat pesat.
Uang Tunai di Mesin ATM di Hong Kong Ludes

BitcoinMedia – Mesin ATM. Seluruh uang tunai yang ada mesin ATM di Hong Kong terkuras habis.. Peristiwa ini mulai terjadi sejak hari Sabtu (5/10/19).

Kabarnya, ludesnya mata uang tunai yang ada di seluruh ATM di Hong Kong dipicu karena demonstran mulai merasa khawatir jika pemerintah Cina mulai menerapkan kontrol terhadap pembayaran digital, ataupun termasuk sampa melakukan pembekuan aset.

Volume perdagangan Bitcoin di Hong Kong juga mengalami peningkatan drastis pada empat hari sebelumnya, terutama pada bursa LocalBitcoin. Lonjakan permintaan atas pembelian bitcoin di bursa itu terjadi secara tiba-tiba. Paling tinggi tingkat volume perdagangannya terjadi kemarin malam (6/10/19).

Bisa jadi, inisiatif untuk membeli bitcoin itu dilakukan atas kekhawatiran terjadi kontrol aset pembayaran digital seperti yang banyak dikhawatirkan oleh penduduk di Hong Hong. Bitcoin, mungkin dianggap sebagai alternatif yang paling rasional untuk digunakan dan menghindari isu tersebut.

Dari ciutan salah seorang aktivis di Hong Kong bernama Joshua Wong, menyebutkan tentang situasi perbankan di Hong Kong. Dia juga menyebutkan bahwa uang tunai di mesin-mesin ATM perbankan Hong Kong sudah habis terkuras. Atas dasar itu, menurutnya pihak pemerintah bisa saja menyita aset rekening perbankan, ataupun membekukan rekening itu.

Di profil Joshua Wong sendiri, nampak terlihat bahwa dirinya sendiri adalah seorang aktivis, dan mungkin saja salah satu demonstran di Hong Kong. Namun dari pernyataan Menteri Keuangan Hong Kong, Pau Chan, menyatakan bahwa perbankan masih beroperasi dengan baik.

Isu Pelarian Dana Dari Hong Kong Ke Singapura

Sempat tersiar kabar bahwa ada indikasi pelarian aset dana deposito berdasarkan laporan Goldman Sachs pekan ini. Tidak tanggung-tanggung, besaran aset dalam laporan Goldman Sachs itu senilai USD 4 milyar. Atau kurang lebih setara dengan Rp. 57 trilyun.

Dalam laporannya, pelarian dana itu sudah berlangsung sejak bulan Juni hingga bulan Agustus tahun 2019 ini. Jika diruntut timing pelarian dananya, sesuai dengan saat mulai munculnya arus demonstrasi pro-Demokrasi yang terjadi di Hong Kong.

Lebih jauh, untuk menangkal kekhawatiran penduduk dan tidak memperkeruh situasi krisis yang terjadi, Menteri Keuangan Pau Chan juga berkomentar, “Hong Kong tidak akan menerapkan kontrol valuta asing. Dolar Hong Kong bisa digunakan secara bebas dan uang bisa masuk atau keluar secara bebas. Ini dijamin oleh Undang – Undang Dasar,” jelasnya.

Arus demonstrasi yang terjadi adalah sebagai bentuk protes penolakan legislasi ekstradisi. Jika melanggar, penduduk bisa diekstradisi ke Cina. Demonstrasi itu berupaya mendesak penerapan sistem demokrasi untuk dapat memilih pemimpinnya sendiri.

Add a comment