XRP Scam, Sebut Ben Askren Mantan Petarung UFC

Ben Askren menyebut Ripple XRP scam dalam ciutannya. Mantan petarung UFC dan MMA ini nampak sudah cukup banyak mengetahui dunia kripto.

0
102
XRP Scam, Sebut Ben Askren

BitcoinMedia. Mantan petarung UFC dan MMA, Ben Askren melalui ciutannya menyebut XRP scam. Ciutan bintang UFC dan MMA itu cukup banyak diperbincangkan komunitas kripto. XRP sendiri, selama ini sudah banyak menuai kontroversi.

Sosok Ben Askren ternyata dikenal pro Bitcoin. Pada bulan Oktober lalu, dirinya menciutkan setelah membeli lagi sejumlah BTC melalui eToro. Ciutan Askren itu juga ditujukan pada pengguna twitter yang selama ini menganggap bahwa kripto scam. Sedangkan kenyataannya aset kripto milik Askren justru bertambah.

Berlanjut dua hari lalu, Ben Askren kembali memposting ciutan terkait dunia kripto. Askren kemudian menyebut jikalau XRP scam belaka. Ciutan Askren saat itu menanggapi komentar pengguna twitter, @rob_chau, tentang XRP.

Tidak hanya suka dengan Bitcoin, Askren juga diketahui menjadi pendukung Litecoin. Ben Askren adalah Mantan petarung MMA dan UFC yang akhirnya dikalahkan Jorge Masvidal dengan waktu yang cukup cepat. Pertarungan itulah yang kemudian melambungkan nama Jorge Masvidal.

Sedangkan Askren sendiri justru menjadi terpuruk. Setelah itu, Askren juga kalah melawan Demian Maia, dan akhirnya memutuskan pensiun di usia 35 tahun. Dunia kripto, mungkin adalah dunia baru bagi Askren semenjak tidak lagi berlaga di medan UFC. Sayangnya, dunia kripto juga diibaratkan seperti “wild wild west”.

Monkey business dunia kripto, terlebih tokenisasi, sudah cukup kental diketahui terutama dimata regulator. Sementara proyek Ripple (XRP) sebelumnya sudah diketahui oleh regulator sebagai sekuritas. Artinya, regulator nampak sudah cukup mengetahui banyak hal tentang dunia kripto. Dan ujung pangkalnya adalah soal pajak kripto.

Di komunitas kripto sendiri sudah cukup sering pula menyebut hal yang sama, menilai bahwa XRP scam. Pengguna Ripple sendiri, sudah beberapa kali menggugat pihak Ripple atas tuduhan penipuan di tahun 2018.

Gugatan itu dilandasi dengan berdasarkan pada ketentuan dan perundang-undangan tentang sekuritas di Amerika Serikat. XRP, dianggap sebagai sebuah sekuritas. Oleh karena itu melanggar peraturan tersebut.

Baru-baru ini, Brad Garlinghouse, CEO Ripple sempat menampik tudingan manipulasi harga XRP di pasaran. Tudingan manipulasi harga tersebut lantaran cukup umum diketahui bahwa pihak dibelakang pendiri Ripple menguasai 100 persen penuh supply XRP.Sementara, yang kerap menjadi perhatian adalah kerap terjadi indikasi dumping harga XRP dengan menjual XRP dengan jumlah yang besar. Namun hal ini dibantah oleh CEO Ripple yang baru, Brad Garlinghouse saat muncul di CNN (7/01/2020).