Menyiapkan Warisan Bitcoin, Apa Memungkinkan?

Menyiapkan Warisan Bitcoin, Apa Memungkinkan?

Jurnal News
November 4, 2019 by adi
402
Mulai mempertimbangkan warisan bitcoin adalah hal yang krusial. Sebagai pengguna, tentu tidak bakal mengetahui apa yang terjadi esok, atau beberapa menit ke depan.
warisan bitcoin

BitcoinMedia – Warisan Bitcoin. Bitcoin mungkin berumur jauh lebih panjang dari usia anda sebagai manusia. Namun pengguna, sebagai manusia biasa jelas bukanlah seperti sosok tokoh Highlander yang kekal.

Sebagai seorang pengguna Bitcoin atau cryptocurrency secara umum, mempersiapkan warisan bitcoin tersebut menjadi cukup penting untuk mulai dipertimbangkan. Terutama selagi masih hidup, dan menentukan ahli waris yang bakal menerima aset digital itu.

Salah satu pertanyaan dalam hal ini adalah, apakah memungkinkan bagi pengguna untuk bisa mempersiapkan warisan Bitcoin tersebut? Jawabannya tentu bisa. Untuk mempersiapkan ini, satu-satunya yang diperlukan adalah hak akses mutlak melalui Private Key.

Pahami Lebih Dalam Apa Itu Private Key

Dalam dunia kripto, khususnya bitcoin, Private key merupakan hak akses mutlak untuk bisa menggunakan atau membelanjakan aset digital Bitcoin tersebut. Tanpa ini, tidak ada cara lain untuk bisa mengaksesnya. Sekaligus, sebagai bukti otentik bahwa anda, adalah satu-satunya pemilik sebenarnya, bukan orang lain.

Seiring perkembangan Bitcoin, Private Key bisa disajikan dalam berbagai bentuk. Namun yang perlu diketahui, bahwa Private key merupakan angka acak 256-bit. Private key ini bisa dirubah dalam bentuk hexadesimal 256 bit berukuran 32 byte, atau terdiri dari 64 karakter (terdiri dari angka 0-9, maupun huruf A-F).

Contoh private key dalam format hexadesimal adalah seperti di bawah ini:

E9873D79C6D87DC0FB6A5778633389F4453213303DA61F20BD67FC233AA33262

Seperti yang disinggung sebelumnya, Private key bisa disajikan dalam berbagai macam format. Selain dalam format hexadesimal, private key pada Varian Hierarchical Deterministic Wallet (HD Wallet) bisa dibuat lebih pendek.

Pengubahan format dalam HD Wallet, biasanya akan di kodekan melalui “seed phrase”.

Apa itu Seed Phrase?

Seed Phrase adalah daftar kata yang dipergunakan untuk menyimpan seluruh informasi aset Bitcoin. Fungsi penggunaan Seed Phrase ini akan berfungsi sebagai alternatif penyaji Private Key. Alasannya, jika Private Key disajikan dalam bentuk aslinya, dikhawatirkan bisa menjadi celah keamanan, jika pengguna adalah khalayak umum. Upaya ini adalah untuk menjaga dan meminimalisir adanya kesalahan yang tidak diinginkan.

Seed phrase diawali dari munculnya HD wallet. Dalam beberapa penyedia layanan wallet, sudah banyak yang menggunakan Seed Phrase ini. Dalam BIP39, daftar kata untuk Seed Phrase berjumlah 2048 kata. Sementara sebuah seed phrase bisa terdiri sampai 12 kata acak.

Jika dinilai sisi keamanannya, kombinasi yang memungkinkan untuk itu berjumlah 2048×12, atau 132 bit. Namun seluruh daftar kata di BIP39 tidaklah acak. Tidak perlu bingung untuk perkara seed phrase ini, lantaran seed phrase mungkin disebut dengan istilah lain, seperti seed recovery phrase, atau backup seed phrase. Seluruhnya bersifat sama.

Contoh seed phrase:

witch collapse practice feed shame open despair creek road again ice least

Jika pengguna tidak menemukan private key di dalam walletnya, namun hanya berupa seed phrase, maka seed phrase itulah yang bisa digunakan sebagai pengganti private key pengguna. Perlu juga diketahui, bahwa di sebagian besar varian wallet, Seed Phrase juga bisa ditambahin fitur untuk meningkatkan keamanan. Penambahan fitur ini seperti dilapisin dengan kata sandi khusus, ataupun 2FA (Two Factor Authentication).

Tentukan Dimana Aset Bitcoin Anda Disimpan

Hal kedua, pengguna harus mulai untuk mengumpulkan seluruh informasi dimana saja aset digital Bitcoin ataupun altcoin dan token itu disimpan. Dalam hal ini, pengguna seperti para spekulan, mungkin kebanyakan akan menyimpan asetnya lebih banyak di bursa-bursa kripto konvensional.

Prilaku spekulan yang seperti ini identik sebagai sebuah penyakit yang sepatutnya tidak ditiru. Pasalnya, menyimpan aset kripto di bursa-bursa kripto konvensional sama halnya anda telah mendonasikan aset tersebut. Hanya masalah waktu saja, potensi kerugian itu bisa terjadi pada pengguna.

  • Aset Kripto apa saja yang anda miliki?

Apakah anda memiliki Bitcoin, varian Altcoin seperti Litecoin, Dash dan lain-lain, ataupun Token. Mulailah untuk merinci lebih jauh keseluruhan aset kripto anda tersebut.

  • Dimana Aset Kripto Itu Disimpan

Secara umum, pengguna akan terkelompokkan dalam dua kategori besar:

1. Di dalam Wallet Pribadi

Beruntunglah jika pengguna sudah menyimpan seluruh aset kripto itu di wallet pribadi masing-masing. Hal ini akan terkait dengan private key, yang bisa diakses langsung secara mutlak, tidak orang lain.

2. Di Bura Kripto Konvensional

Pengguna jenis ini umumnya kebanyakan adalah spekulan, meski begitu, orang awam yang tidak banyak mengerti juga banyak yang tidak teredukasi dengan baik menggunakan layanan wallet dari penyedia jasa jual beli kripto konvensional ini.

Untuk jenis pengguna yang masih menyimpan aset kripto di bursa-bursa konvensional, yang dibutuhkan kemudian hanyalah detail akun bersangkutan. Detil informasi akun ini yang nantinya akan diwariskan kepada ahli waris.

Beberapa bursa kripto, sudah ada yang memiliki fitur khusus ini. Beberapa bursa tersebut sudah mengatur klausul tentang perwalian aset kripto milik pengguna. Sebagian besarnya, masih banyak yang sama sekali tidak mencermati klausul perwalian.

Cara mempersiapkan Warisan Bitcoin

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mempersiapkan warisan Bitcoin maupun aset kripto lainnya untuk pengguna. Secara umum, cara-cara ini bisa dilakukan melalui dua kategori:

1. Dilakukan Mandiri

Untuk mulai mempersiapkan warisan ini, adalah dengan backup private key atau Seed Phrase saja. Jika aset pengguna disimpan pada sejumlah varian wallet berbeda, maka private key ataupun Seed Phrase tersebut haruslah dirinci seluruhnya.

Ada banyak cara untuk proses backup Private Key maupun Seed Phrase tersebut. Bisa disimpan secara online berupa file di komputer, atau dibackup secara fisik. Jika Seed Phrase wallet yang digunakan sudah dilengkapi denggan kata sandi tambahan, tentu saja kata sandi ini perlu dicantumkan juga dalam wasiatnya.

Namun jangan khawatir, jika kata sandi Seed Phrase ini terlupa tidak disertakan, maka aset tersebut juga bisa diakses dari varian wallet berbeda, dengan menu Sweep Private Key. Hanya saja, pengguna perlu memberikan panduan khusus untuk ahli waris, agar bisa melakukannya.

Backup private key secara fisik bisa dilakukan di berbagai media. Bisa dituliskan di Kayu, Dicetak di plat besi agar lebih bagus, di cetak di kertas lalu disimpan di tempat yang paling aman, atau di media lainnya. Untuk lebih merinci hal-hal apa saja, berikut yang perlu dilakukan:

  • Tentukan siapa Ahli Waris yang akan menerima warisan Bitcoin dan aset kripto lainnya.
  • Rinci seluruh aset kripto yang dimiliki
  • Backup seluruh private key dan Seed Phrase aset kripto anda
  • Tuliskan juga kata sandi Seed Phrase jika sudah dilengkapi fitur keamanan tersebut
  • Backup bisa di cetak di media kertas, plat logam, atau berupa file.
  • Simpan di tempat yang aman
  • Sertakan panduan yang memungkinkan ahli waris tidak akan kesulitan
  • Jika masih ada aset yang tersimpan di bursa kripto konvensional, sertakan juga detail akun bursa tersebut.

2. Melalui Jasa Pihak Ketiga

Salah satu jalan alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan jasa layanan pihak ketiga. Seperti pengacara, ataupun jasa startup kripto yang sudah menyediakan layanan ini. Beberapa penyedia layanan warisan ini seperti Casa Covenant dari Node Casa, ataupun yang lain.

Pengacara, sudah umum digunakan dalam mengurusi perihal warisan. Namun jika terkait dengan dunia kripto, perlu dipertimbangkan pula pengacara mana yang setidaknya juga telah mengetahui banyak tentang dunia kripto seperti Bitcoin.

Lebih khusus di Indonesia sendiri, pengacara yang mengetahui seluk beluk dunia kripto mungkin saja masih belum ada. Bahkan, badan yang berfungsi sebagai advokasi dunia kripto di Indonesia pun tidak ada.

Menggunakan pengacara juga berarti nantinya mungkin berpotensi membagi informasi tentang private key aset tersebut. Potensi ini tentu saja akan menjadi celah keamanan juga. Namun, jika anda mampu menguraikan detail wasiat agar tidak sampai detil informasi private key itu hanya akan diketahui oleh ahli warisnya saja, tidak akan menjadi masalah.

Sementara penggunaan opsi layanan pihak ketiga dari penyedia jasa warisan kripto, dapat dilakukan dengan memanfaatkan fungsi multi-signatures. Sehingga aset digital yang akan diwariskan, baru akan bisa dibelanjakan atau digunakan jika telah dibubuhi tanda tangan digital dari 3 sampai 6 pihak.

Beberapa pihak dengan digital signature itu bisa dibagikan kepada pihak pengacara, penyedia layanan terkait, ahli waris, ataupun pihak lain. Konsep ini memang bisa dilakukan. Meski demikian, memberikan informasi detail terkait dengan akses mutlak aset kripto, bisa jadi hal yang runyam. Namun, secara teknis, fungsi multi-signature dapat meminimalisir segala potensi celah keamanan itu.

Satu-satunya hal yang perlu dipahami dengan menggunakan layanan-layanan pihak ketiga ini adalah, bahwa anda harus mempercayakan urusan warisan itu pada penyedia layanan tersebut. Faktor inilah yang mungkin dipandang sebagai salah satu sisi kelemahannya.

Lebih khusus di pengembangan Bitcoin, ada ide lama yang pertama kali muncul di tahun 2016 silam. Ide itu dituliskan oleh Malte Moser, Ittay Eyal, dan juga Emin Gun Sirer dalam makalah berjudul “Bitcoin Covennants”.

Berangkat dari ide lama itu, kemudian muncul pengembangan lebih jauh oleh Bryan Bishop yang diberi nama Bitcoin Vaults. Secara umum, ide ini memang bersifat sebagai pelapis keamanan untuk pengguna Bitcoin terkait dengan kepemilikan asetnya.

Bitcoin Vault bersifat sebagai sebuah bunker penyimpanan aset bitcoin khusus yang berguna untuk jangka waktu di masa depan. Oleh karenanya, fitur ini juga dipercaya bisa berfungsi pula sebagai warisan Bitcoin di masa mendatang.

Add a comment