Neil Bush, Anak Mantan Presiden AS George Bush Terlibat Onecoin

Neil Bush, Anak Mantan Presiden AS George Bush Terlibat Onecoin

News
November 25, 2019 by Fara Yuniar
293
Dari dokumen pengadilan di DIstrik Selatan New York, melibatkan juga Neil Bush, anak mantan Presiden AS. Neil Bush disebut mendapat bayaran senilai Rp 4,2 milyar untuk bertemu dengan Ruja Ignatova.
Neil Bush - Onecoin

BitcoinMedia – Neil Bush. Neil Bush adalah anak keempat dari enam bersaudara dari mantan Presiden AS George Bush. Belakangan nama dia muncul dan terlibat dalam perkara skema ponzi Onecoin. Anak mantan Presiden AS ini disebut sempat dibayar senilai USD 300.000 untuk meyakinkan bahwa Onecoin diakui dan legal.

Dilansir dari law360 (15/11/19), Neil Bush mendapat bayaran yang nilainya setara Rp 4,2 milyar tersebut khusus hanya untuk bertemu dengan Ruja Ignatova. Padahal Ruja sendiri sudah tidak diketahui keberadaannya sejak lama.

Karena pertemuan itu, Neil Bush sempat dimintai keterangan oleh otoritas berwenang di AS. Sementara menurut Mark Scott, yang ditunjuk sebagai pengacara Onecoin mengatakan bahwa keterlibatan Neil Bush adalah karena dirinya sebagai direksi di Hoifu energi.

Perusahaan Hoifu Energy ini merupakan perusahaan yang didirikan oleh salah satu pengusaha kaya asal China, Dr. Hui Chi Ming. Sedangkan Hoifu Energy disebut terlibat tender pembelian ladang minyak di Afrika. Namun ternyata kesepakatan pembelian ladang minyak senilai USD 60 juta itupun sebagiannya disediakan melalui pihak Onecoin.

Neil, dijanjikan mendapat keuntungan besar jika kesepakatan itu berhasil. Namun, pada akhirnya kontrak perjanjian pembelian lahan minyak juga tidak berujung, tanpa ada alasan yang jelas.

Kasus berlanjut, hari Kamis pekan lalu (21/11/19), pengacara Onecoin bernama lengkap Mark S Scott diputuskan bersalah oleh pengadilan Distrik Selatan New York. Pengadilan telah menyatakan bersalah setelah persidangan yang sudah berjalan selama tiga minggu sebelumnya.

Mark Scott bersalah untuk tindakan pencucian uang dan melakukan penipuan pada pihak bank. Meski demikian, hukuman yang akan dijatuhkan itu baru di mulai dijadwalkan pada 21 Februari 2020 mendatang. Hal itu sesuai dari rilis Pengadilan New York hari Kamis tersebut.

Jaksa penuntut umum dalam perkara Scott, Goeffres S Berman menganggap Sott telah bersalah bertindak sebagai seorang pengacara dan terlibat dalam perusahaan investasi bodong. Scott kemudian dianggap telah melakukan pencucian uang senilai ratusan juta dolar.

Menurut Goeffrey, Scott bahkan sempat sumbar bahwa dirinya mendapat pembagian keuntungan sebesar 50:50 dari aksinya. Dalam persidangan, Scott sempat beralibi bahwa dirinya tidak menyadari jikalau Onecoin hanyalah palsu belaka. Nasi telah menjadi bubur, atas tindakannya yang terlibat dengan skema penipuan Onecoin, jaksa mengganjarnya dengan hukuman 50 tahun penjara.

Uganda Masih Jadi Target Penyebaran Onecoin

Skema ponzi berkedok cryptocurrency dari Onecoin ini kembali banyak disorot. Meski sudah berjalan sejak 2016 silam, sejak saat pertama pula Onecoin sudah banyak dikritik hanya ponzi semata. Namun, setelah Ruja Ignatova lama menghilang, ternyata skema penipuan ini masih terus berjalan.

Diketahui dari ciutan Umar Sebyala, dari Kampala Uganda, menyebut bahwa Onecoin masih tumbuh subur di negeri asalnya tersebut. Umar sempat mendengarkan acara PodCast dari Jamie JBarlett yang membahas tentang skema penipuan Onecoin beberapa pekan lalu.

Podcast serupa juga dibuat oleh Peter McCormac bersama dengan JamieJBartlett pekan lalu. Menanggapi podcast tersebut, Umar mengatakan bahwa Onecoin masih berjalan di Uganda.

Menurut Umar, podcast itu sebaiknya tidak banyak mengulas masa lalu saja, namun juga masa saat ini. Alasannya, Onecoin masih banyak berjalan subur di Uganda. Umar mengatakan bahwa di Uganda, event-event Onecoin masih terus berjalan hampir setiap minggu. Orang-orang di Uganda masih banyak membeli paket-paket Onecoin.

Add a comment